Games sering menjadi salah satu bagian paling ditunggu dalam family gathering perusahaan. Suasana bisa langsung berubah lebih santai ketika karyawan, pasangan, anak-anak, hingga anggota keluarga lainnya diajak bermain bersama.
Namun, memilih games untuk family gathering tidak sesederhana memilih permainan yang terlihat seru.
Masalahnya, peserta family gathering biasanya memiliki rentang usia, kondisi fisik, dan karakter yang sangat beragam. Permainan yang menyenangkan bagi karyawan muda belum tentu nyaman untuk orang tua. Games yang membutuhkan aktivitas fisik tinggi juga belum tentu cocok untuk anak-anak.
Jika pemilihan aktivitas tidak diperhatikan, sebagian peserta justru bisa memilih untuk hanya duduk dan menonton.
Bagi HR, GA, atau panitia, kondisi tersebut tentu perlu dihindari. Family gathering seharusnya menjadi kesempatan untuk menciptakan pengalaman menyenangkan bagi seluruh peserta, bukan hanya kelompok tertentu.
Kabar baiknya, games yang tidak cocok untuk semua usia sebenarnya bisa dicegah sejak tahap perencanaan.
Kenapa Games Family Gathering Harus Mempertimbangkan Usia Peserta?
Family gathering berbeda dengan kegiatan team building internal yang seluruh pesertanya merupakan karyawan.
Dalam family gathering, peserta bisa terdiri dari:
- Karyawan usia muda maupun senior
- Pasangan karyawan
- Anak-anak
- Orang tua
- Anggota keluarga dengan kondisi fisik berbeda
- Peserta yang aktif maupun peserta yang lebih nyaman dengan aktivitas santai
Karena itu, satu jenis permainan tidak selalu dapat mengakomodasi seluruh peserta.
Panitia perlu melihat karakteristik peserta sebelum menentukan aktivitas. Tujuannya bukan membuat semua orang mengikuti permainan yang sama, tetapi menciptakan pilihan aktivitas yang memungkinkan sebanyak mungkin peserta terlibat.
Pendekatan seperti ini juga membantu mengurangi risiko peserta merasa dipaksa mengikuti aktivitas yang tidak sesuai dengan kondisi mereka.
1. Kenali Profil Peserta Sebelum Memilih Games
Kesalahan yang cukup umum adalah menentukan games terlebih dahulu, baru memikirkan peserta.
Sebaiknya prosesnya dibalik.
Mulailah dengan memahami siapa yang akan hadir dalam acara.
Beberapa informasi yang dapat dikumpulkan panitia antara lain:
- Perkiraan jumlah peserta
- Rentang usia peserta
- Jumlah anak-anak
- Jumlah peserta lansia
- Kondisi fisik umum peserta
- Apakah peserta membawa keluarga
- Preferensi aktivitas indoor atau outdoor
- Durasi waktu yang tersedia
Misalnya, jika family gathering diikuti oleh banyak keluarga dengan anak kecil, games yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan durasi panjang mungkin kurang ideal sebagai aktivitas utama.
Sebaliknya, jika mayoritas peserta merupakan karyawan dewasa dengan kondisi fisik yang relatif aktif, permainan kompetitif dengan aktivitas fisik ringan sampai sedang dapat menjadi salah satu pilihan.
Data sederhana seperti ini dapat membantu panitia membuat keputusan yang lebih tepat.
2. Jangan Mengandalkan Games yang Hanya Seru untuk Peserta Aktif
Games yang terlihat meriah belum tentu menjadi games yang tepat.
Aktivitas seperti lomba lari, permainan dengan banyak gerakan, atau kompetisi yang membutuhkan stamina mungkin sangat menyenangkan bagi peserta tertentu.
Namun, peserta lain bisa saja merasa kurang nyaman.
Karena itu, konsep games sebaiknya dibuat beragam.
Contohnya:
Games aktif
Cocok untuk peserta yang menyukai aktivitas fisik dan kompetisi.
Contohnya dapat berupa permainan estafet ringan, tantangan kelompok, atau aktivitas outdoor yang tidak terlalu berat.
Games interaktif
Fokus pada komunikasi dan kerja sama tanpa membutuhkan aktivitas fisik tinggi.
Jenis permainan ini dapat melibatkan teka-teki, tantangan komunikasi, kuis kelompok, atau permainan koordinasi.
Games keluarga
Melibatkan orang dewasa dan anak-anak sehingga anggota keluarga dapat bermain bersama.
Games santai
Permainan dengan tekanan kompetisi yang rendah sehingga peserta dari berbagai usia tetap dapat menikmati suasana.
Kombinasi tersebut membuat acara lebih inklusif dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis permainan.
3. Pilih Games Berdasarkan Tujuan Acara
Games sebaiknya tidak dipilih hanya karena sedang populer.
Tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai.
Jika tujuan family gathering adalah mempererat hubungan antarpegawai dan keluarga, maka permainan yang membutuhkan kerja sama dapat lebih relevan.
Jika tujuan utamanya adalah hiburan, permainan ringan dengan aturan sederhana dapat menjadi pilihan.
Sementara jika perusahaan ingin memasukkan unsur employee engagement, aktivitas kelompok yang mendorong komunikasi dan interaksi dapat dipertimbangkan.
Dengan menentukan tujuan, panitia dapat menghindari permainan yang sekadar ramai tetapi tidak memiliki relevansi dengan konsep acara.
4. Pastikan Aturan Games Mudah Dipahami
Games family gathering sebaiknya memiliki mekanisme yang sederhana.
Bayangkan peserta harus mendengarkan penjelasan aturan selama 15 menit sebelum permainan dimulai. Anak-anak mungkin kehilangan perhatian, sementara peserta yang lebih tua bisa merasa kesulitan mengikuti instruksi.
Idealnya, aturan dapat dijelaskan secara singkat kemudian langsung dipraktikkan.
MC atau fasilitator juga dapat memberikan contoh satu ronde sebelum permainan dimulai.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan instruksi sederhana
- Hindari terlalu banyak aturan
- Berikan contoh permainan
- Pastikan peserta memahami cara menang
- Sediakan fasilitator jika permainan cukup kompleks
Semakin mudah permainan dipahami, semakin cepat peserta dapat menikmati aktivitas.
5. Gunakan Sistem Kelompok yang Beragam
Jika family gathering menggunakan games berkelompok, komposisi tim juga perlu diperhatikan.
Jangan sampai satu kelompok hanya berisi peserta yang aktif secara fisik sementara kelompok lain terdiri dari peserta yang lebih pasif.
Pembagian kelompok secara acak dapat membantu menciptakan interaksi baru.
Lebih menarik lagi jika satu kelompok terdiri dari kombinasi karyawan dan anggota keluarga.
Dengan demikian, games tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun interaksi antara karyawan dan keluarga mereka.
6. Sediakan Alternatif untuk Peserta yang Tidak Bisa Mengikuti Games
Tidak semua peserta harus mengikuti seluruh permainan.
Ini penting terutama jika acara dihadiri anak kecil, orang tua, atau peserta dengan keterbatasan aktivitas fisik.
Panitia dapat menyediakan aktivitas alternatif seperti:
- Area permainan anak
- Kuis ringan
- Aktivitas kreatif
- Photo booth
- Area santai
- Mini games dengan intensitas rendah
- Aktivitas keluarga
Dengan adanya pilihan tersebut, peserta tetap merasa menjadi bagian dari acara meskipun tidak mengikuti permainan utama.
7. Perhatikan Faktor Keamanan
Keseruan tidak boleh mengabaikan keamanan.
Sebelum menentukan games, panitia perlu mempertimbangkan lokasi, kondisi permukaan area, cuaca, perlengkapan, serta tingkat aktivitas fisik.
Untuk kegiatan outdoor, siapkan alternatif jika kondisi cuaca tidak mendukung.
Selain itu, instruktur atau fasilitator perlu menjelaskan batasan permainan dengan jelas. Jika menggunakan properti tertentu, pastikan perlengkapan tersebut sesuai untuk aktivitas yang direncanakan.
Dalam family gathering perusahaan, keberhasilan acara bukan hanya dilihat dari seberapa meriah games berlangsung, tetapi juga dari seberapa aman dan nyaman peserta mengikuti kegiatan.
8. Libatkan EO untuk Membantu Menyesuaikan Konsep Games
Bagi HR, GA, atau panitia yang belum memiliki banyak pengalaman mengelola event, menentukan games untuk peserta dengan usia beragam bisa menjadi tantangan tersendiri.
Di sinilah peran EO Family Gathering dapat membantu.
EO yang berpengalaman dapat membantu mulai dari menyusun konsep acara, menentukan aktivitas, membuat rundown, menyiapkan fasilitator, hingga memastikan pelaksanaan games berjalan sesuai kondisi lapangan.
Salah satu penyedia yang dapat dipertimbangkan adalah PrasastiSelaras.com sebagai EO Family Gathering yang dapat membantu perusahaan merancang kegiatan family gathering sesuai kebutuhan acara.
Informasi mengenai layanan family gathering dapat dilihat melalui EO Family Gathering.
Saat memilih EO, jangan hanya melihat jumlah games yang ditawarkan. Perhatikan juga bagaimana mereka memahami profil peserta dan menyesuaikan aktivitas dengan tujuan acara.
Checklist Sebelum Menentukan Games Family Gathering
Sebelum games masuk ke rundown, panitia dapat menggunakan checklist sederhana berikut:
| Pertanyaan | Sudah Dipertimbangkan? |
|---|---|
| Apakah games cocok untuk rentang usia peserta? | ✓ |
| Apakah anak-anak dapat ikut dengan aman? | ✓ |
| Apakah peserta senior memiliki alternatif aktivitas? | ✓ |
| Apakah tingkat aktivitas fisiknya sesuai? | ✓ |
| Apakah aturan mudah dipahami? | ✓ |
| Apakah games sesuai tujuan acara? | ✓ |
| Apakah perlengkapan tersedia? | ✓ |
| Apakah ada alternatif jika cuaca berubah? | ✓ |
| Apakah fasilitator memahami mekanisme games? | ✓ |
| Apakah aspek keselamatan sudah diperiksa? | ✓ |
Jika sebagian besar pertanyaan tersebut sudah terjawab, panitia memiliki dasar yang lebih kuat untuk memasukkan games ke dalam acara.
Bagaimana Jika Peserta Memiliki Rentang Usia yang Sangat Beragam?
Tidak perlu memaksakan satu permainan untuk semua orang.
Strategi yang lebih fleksibel adalah membuat beberapa kategori aktivitas. Peserta dapat memilih kegiatan berdasarkan usia, minat, dan kemampuan mereka.
Misalnya, acara dapat memiliki satu aktivitas utama untuk kelompok dewasa, satu aktivitas keluarga, serta beberapa aktivitas santai untuk peserta yang tidak mengikuti permainan utama.
Pendekatan ini membuat family gathering terasa lebih inklusif.
Tujuan akhirnya bukan membuat seluruh peserta melakukan hal yang sama, melainkan membuat seluruh peserta memiliki kesempatan untuk menikmati acara.
Pilih Games yang Membuat Peserta Ingin Ikut, Bukan Terpaksa
Family gathering perusahaan pada dasarnya adalah momen untuk membangun pengalaman positif bersama.
Karena itu, games sebaiknya menjadi alat untuk menciptakan interaksi, tawa, komunikasi, dan kebersamaan—bukan sekadar mengejar siapa yang menjadi pemenang.
Jika profil peserta sudah dipahami, tujuan acara sudah jelas, aktivitas dibuat beragam, dan faktor keamanan diperhatikan, risiko memilih games yang tidak cocok untuk semua usia dapat dikurangi sejak awal.
Bagi perusahaan yang sedang menyiapkan family gathering dan membutuhkan bantuan dalam menyusun konsep, games, rundown, hingga pelaksanaan acara, PrasastiSelaras.com dapat menjadi salah satu pilihan EO Family Gathering untuk dibahas lebih lanjut.
Untuk melihat layanan dan konsep family gathering yang tersedia, kunjungi EO Family Gathering.
Sudah punya rencana family gathering tetapi masih bingung menentukan games yang cocok untuk karyawan dan keluarga? Konsultasikan kebutuhan acara Anda dengan PrasastiSelaras.com. Tim EO dapat membantu menyesuaikan konsep, aktivitas, dan rundown berdasarkan karakter peserta, lokasi, serta tujuan acara.
Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, pastikan family gathering perusahaan Anda tidak hanya ramai, tetapi juga nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta.
EO Family Gathering dapat menjadi langkah awal untuk mendiskusikan kebutuhan acara perusahaan Anda.
